Kerja Keras Nakes Puskesmas Sapala dalam Pembinaan dan Persiapan Lomba Toga Tingkat Propinsi

“Kami tak pernah berpikir; pengabdian ini harus menuntut balas, karena kami hanya fokus untuk terus berbuat untuk mereka, untuk Indonesia, semampu kami selama tuhan memberikan kesempatan”.

Beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat melalui kementerian kesehatan terus mengedukasi agar derajat kesehatan masyarakat terus ditingkatkan di wilayah tanah air, melalui lnstansi kesehatan terutama fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam hal ini puskesmas.salah satunya adalah bagaimana masyarakat kembali pada pengobatan tradisional yang bukan lagi sebagai pengobatan alternatif, tetapi sebagai pengobatan utama bagi masyarakat dan keluarga, tentu puskesmas harus siap dalam menyambut rencana Kemenkes dengan berkomitmen untuk bekerja ekstra dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat untuk hidup sehat, yaitu  dengan menjadikan pengobatan tradisional sebagai pengobatan utama bagi keluarga.

Puskesmas Sapala pastinya mengambil bagian dalam  merespon konsep kementerian kesehatan, dimana dalam waktu dekat ini mempersiapkan lomba Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tingkat propinsi Kalimantan Selatan tahun 2019, puskesmas Sapala begitu aktif dan sedikit kerja keras dalam keterlibatannya sebagai bagian instansi kesehatan yang mewakili Puskesmas se-kabupaten Hulu Sungai Utara dalam mempersiapkan lomba TOGA tingkat propinsi kali ini.

Dokpri : Tampak antusias masyarakat saat Senam

 

Desa Pal batu adalah desa yang di tunjuk oleh Puskesmas Sapala yang mewakili Puskesmas Sapala dan Desa dalam berpartisipasi  lomba TOGA tingkat Propinsi, kesepakatan ini disepakati pada Lokakarya Lintas Sektor Puskesmas Sapala (19/9/2018), tujuannya jelas, mengingat dari ke-empat desa di bawah naungan atau wilayah puskesmas Sapala, Desa Sapala, Desa Bararawa, Desa Pal batu, Desa Tampakang, maka desa Pal batu paling siap, baik dalam aspek akses wilayah, maupun kesiapan sumber daya manusianya yang sebagai pelaku dalam persiapan lomba.

Lebih kurang 3 (tiga) bulan persiapan tenaga kesehatan puskesmas Sapala dalam mendampingi dan pembinaan kader dan masyarakat desa Pal batu, dengan kondisi geografis dan akses wilayah, dimana wilayah kerja Puskesmas Sapala hampir 100 % di daerah rawa dan  pemukiman diatas permukaan air, termasuk desa Pal batu itu sendiri, dan hanya bisa menggunakan transportasi  sungai, kapal, ces (sampan bermotor), speed boat sebagai alat transportasi utama.

Dokpri : Suasana makan sayur dan buah setelah Senam (Gerakan Fisik).

Namun dengan semangat untuk berbuat, untuk kesehatan masyarakat inilah yang menjadi pemicu, sehingga tenaga kesehatan puskesmas Sapala tidak pernah lelah mendampingi dan memberikan pembinaan, dalam pendampingan lomba TOGA ini, Aulia Rahman (Tenaga Farmasi), Risna Irviani (Tenaga Perawat), Hermansyah (Tenaga Farmasi Nusantara Sehat) begitu intens berkoordinasi dengan kader dan kepala puskesmas Sapala, Nely Ruaida tentang perkembangan kesiapan lomba TOGA.

Sejalan dengan tujuan dan cita-cita bersama, keterlibatan semua tenaga kesehatan puskesmas Sapala yang ikut menyokong agar sukses dan tercapainya pelaksanaan persiapan lomba tentu tidak bisa dikesampingkan, Minggu (28/4/2019) tenaga kesehatan puskesmas Sapala terlibat dan hadir semua dalam kegiatan evaluasi persiapan TOGA desa Pal batu.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan memperingati hari jadi kabupaten Hulu Sungai Utara yang ke-67 Tahun dengan masyarakat desa Pal batu di balut Secara sederhana, kegiatan yang di laksanakan di waktu Minggu pagi di desa Palbatu di isi beberapa item kegiatan, diantaranya Senam GERMAS (makan buah dan sayur) yang di pandu oleh Tenaga kesehatan Tim Nusantara Sehat puskesmas Sapala,  Penyuluhan Manfaat GERMAS oleh Indera Kasuma, pembinaan teknik Akupresur oleh Risna Irviani, pembinaan TOGA oleh Aulia Rahman, pembuatan jamu dan simulasi kesehatan tradisional dari masyarakat.

Dokpri : Pembinaan TOGA dan teknik Akupresur 

Penilaian Lomba TOGA berdasarkan jadwal dari Dinas kesehatan HSU akan dilaksanakan akhir bulan Mei, walaupun ada banyak kekurangan dan hambatan yang di hadapi, tentu dengan semangat kebersamaan tenaga kesehatan puskesmas Sapala akan berjalan sesuai harapan, karena ini bagian dari cara kami untuk menyehatkan masyarakat Sapala.

Lomba TOGA secara substansial bukan sekedar berpartisipasi dalam lomba dan juara, tapi tenaga kesehatan puskesmas Sapala mengedukasi masyarakat bahwa TOGA sangat penting dalam pengobatan keluarga, sebagai obat tradisional yang memiliki indikasi penyembuhan dengan sedikit resiko atau efek samping, dengan kesadaran yang terbangun di masyarakat, tentu kedepannya setiap rumah akan ramai dan di hiasi dengan tanaman-tanaman obat keluarga (TOGA), tentu tujuan besarnya TOGA sebagai bagian dari hidup masyarakat itu sendiri, yang terus berkelanjutan dan menjadi komoditi tersendiri di kehidupan masyarakat. SEMOGA !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *